Derawan




Sudah lama berniat mau trip ke Derawan - Kalimantan Timur, dan pas akhirnya ada barengannya Tia teman kantor saya dan ternyata teman Tia - Vika juga mau ikutan jadilah kami bertiga.
Kami jelas akan menggunakan travel org karena gak mungkin cuma bertiga aja, membandingkan beberapa travel sesuai dengan harga, itinerary, dan rekomendasi teman. akhirnya kita memilih WisataKita. Di lihat schedulenya pas ada tanggal 02-05 November 2013 untuk Trip ke Derawan, memang tanggal tersebut pas long wiken kami mikir pasti rame banget karena high session tapi yasudahlah.

Urusan travel beres, sekarang transportasi meelewati jalur apa? banyak teman yang menyarankan lebih baik melewati jalur Berau atau jalur darat yang lebih banyak ketimbang jalur laut walaupun nantinya menuju ke Derawan juga akan melalui jalur laut. Tapi dari pihak travel itinnya adalah melalui Tarakan menyebrang 3jam ke Derawan, saya pikir menyebrang 3jam hampir sama seperti dari Muara Angke ke P.Seribu jadi deal kami melalui Tarakan.

Next adalah hunting tiket pesawat pilihan adalah Jakarta – Tarakan, atau ada yang pake transit dulu ke Balikpapan kemudian lanjut ke Tarakan. Pilihan kami adalah naik Lion Pulang pergi walaupun berangkatnya jam 5pagi wiiih. Selesai masalah tiket dan DP.
Entahnya kalo urusan travelling yang sudah diatur travel org, saya jadi males cari tahu lagi lebih detail, ditambah urusan kantor jelang cuti tuh hectic banget jadi gak sempat browsing2 *alesaaan

Sabtu, O2 November 2013
Saya dan Vika menginap di rumah Tia, kami akan berangkat bareng ke Bandara sudah booking taksi untuk di jemput jam 3pagi. Jalanan kosong sampai bandara Soeta makan waktu 1jam aja, agak antri pas checkin, masuk gate dan langsung masuk pesawat. Baru sekali ngalamin gak sempat duduk nunggu di Gate hehehe..
Perjalanan memakan waktu 3jam dan dihabiskan dengan tiduuur. Kami berpikir sepertinya satu pesawat ini tujuannya adalah ke Derawan dan jelas mungkin pasti ada yang satu travel dengan kami.
Mendarat di Juwata International Airport Tarakan,,kami sudah dijemput dari pihak WisataKita menuju pelabuhan, masih ada waktu hampir 3 jam untuk nyebrang karena ternyata kami harus menunggu rombongan selanjutnya dari penerbangan berbeda.

Oh iya total peserta ada 46orang beuuuh banyaak yaa.. tapi pas saya liat guidenya ada 3 agak aman pasti terbagi 3 kelompok. Kami bertiga gabung dan ditambah 12 orang lainnya ikut bersama rombongan Mas Ridwan, dari tempat kami menunggu kami naik bus khusus pelabuhan sampai tempat parkiran kapal.

Kapal yang digunakan adalah speedboat bermuatan 16orang akhirnya meluluh lantahlah bayangan kapal penyebrangan Muara Angke.. kapal disini lebih cepat. Berangkat saya memilih duduk depan menghadap laut, bukan yang tempat duduk miring.. membayangkan waktu penyebrangan 3 jam saya memilih untuk minum antimo..beberapa menit masih menikmati perjalanan selebihnya kebawa pengaruh obat.. tiduuuur…
Terasa banget siiih gonjangan kapal kalo kena ombak.. anjrut-anjrutan… tapi mata mah tetep merem.
Setelah kurang lebih melintasi lautan akhirnya sampai juga di Pulau Derawan,, satu hal yang tertahankan adalah buang air kecil… akhirnya saya numpang ke toilet kamar cowok yang menginap di Derawan Fisheris.

Kami bertiga memang gak upgrade jadi kami menginap home stay di rumah penduduk, rumahnya bersih dan keluarganya sangat ramah, setiap pagi dan sore sang ibu menyediakan teh hangat dan cemilan makanan-makanan. *terimakasih ibu

Setelah menaruh tas dan bawaan lainnya serta istirahat sebentar, kami jalan2 sore menuju ke Derawan Dive Resort sekalian hunting sunset, foto2, dll.
Setelah makan malam kami rombongan jalan menyusuri tepi pantai niatnya mau mencari dan melihat penyu bertelur, tapi menurut saya kurang malam deh! penyu bertelur bukannya tengah malam yaa..

Menyusuri pinggir pantai dengan pemandangan full bintang,, ahh baguss.. mengelilingi pantai tersebut hampir sama dengan mengelilingi Pulau Derawan.
Ukuran Pulau Derawan memang tidak terlalu luas hanya 44,6 Hektar, keliling pulau itu memakan waktu 1jam.

Minggu, 03 November 2013
Saatnya berkeliling Pulau, kami kembali naik speedboat yang sama saat berangkat. Karena pada saat berangkat saya duduk di depan saya gak apal siapa aja rombongan kapal bareng saya.

Mari saya kenalkan; Pas masuk kapal ada cowok yang sudah duduk santai di dalam kenalan namanya Chris, sepertinya toilet yang saya tumpangi kemarin adalah kamarnya, orang cukup akrab, banyak ngobrol dan maniak renang, Cuma dia yang snorkeling pake kacamata renang dan tanpa fin.

Lalu ada Ivone dengan gaya adalan yang selalu menggunakan topi dan pas cuaca panas malah pake raincoat agak ekstream juga hehe.. temannya Ivone - Ineu yang sama sekali gak main air.. gokil lu udah jauh2 sampai Derawan dan gak snorkeling aah sayang aja menurut saya.
Ada pasangan pengantin baru Bunga-Decky, terakhir gank cowok-cowok berenam sungguh saya gak tahu namanya, dari semua cuma kenal satu orang leadernya namanya Rendy.
Tia - Vika - Putri - Dezz JUMP!!
Tujuan awal kami adalah ke Pulau Nabucco, di Pulau ini terdapat resort bagus yang pastinya (kembali) dimiliki oleh warga Negara Asing yaitu warga Jerman, dan diberlakukan mata uang euro (hmmm mahaal) kami hanya berkeliling pulau/resort, foto-foto, kemudian beranjak kembali ke kapal menuju Pulau Kakaban, kami sempat untuk makan siang terlebih dahulu.
fyi saya suka packaging tempat makan makan kami, yang tanpa streoform atau kardus tapi menggunakan tempat makan plastic yaa sejenis tupperware besar yang isinya memuat nasi, sayur, lauk, minum. Jika sudah selesai tempat makan tersebut dikembalikan dan kotorannya bisa dimasukkan ke dalamnya.. bersiiih.

Pulau Kakaban
luasnya lebih besar dibandingkan P.Derawan disini terdapat danau air payau yang di dalamnya terdapat stingless jellyfish atau ubur-ubur yang tidak menyengat dan sangat cantik. Infonya adalah ada 4 spesies ubur-ubur yang berada disana, yang saya ingat ada yang berwarna coklat, agak kemerahan, dan transparan dengan ukuran lebih besar. Semua peserta berkesempatan untuk snorkeling dan foto dengan si ubur-ubur menarik ini.

Pulau Maratua
dibandingkan pulau yang lain P. Maratua luasnya jauuuh lebih besar dan di Pulau ini terdapat banyak dive site, agak kecewa karena kami tidak sempat mampir dan turun ke Pulaunya kami hanya snorkeling dan entah kenapa spot snorkeling yang dipilih kurang menarik karangnya kosong.

Mungkin untuk melihat yang jauuh lebih menarik harus masuk lebih dalam kebawah laut, cari spot lain artinya adalah musti diving.

Jelang sore kami kembali ke Penginapan, bersih-bersih, mandi dan makan malam bersama, setelah sesi makan malam masih di ruang makan saya dan beberapa peserta dan guide trip sharing tukar cerita sudah pernah berkunjung kemana, dan akan berkunjung kemana lagi, dan cerita pengalaman apa saja yang terjadi pas sedang traveling tersebut.

Senin, 04 November 2013
Sebelum berangkat berkeliling pulau ada acara naik banana boat terlebih dahulu berkeliling P. Derawan dan di dermaga di depan penginapan Derawan Fisheris terdapat beberapa penyu besar lho, jika beruntung bisa berenang bersama penyu tersebut.

Pulau Gusung
disebut juga Pulau Pasir Putih. Pulau tanpa penduduk, sama seperti P.Gosong  di Karimun Jawa,, oh iya  jika air pasang sang pulau ini akan tertutup air.
Aktivitas di Pulau ini hanyalah foto-foto

Pulau Sangalaki
Adalah pusat konservasi penyu, di tempat ini juga menyediakan tempat penginapan. kapal tidak berhenti di dermaga tapi ditengah-tengah karena air sedang surut jadilah kami menuju Pulau dengan jalan yg agak jauh didukung pula dengan cuaca yang puanaaaass.
Setelah melihat penyu dan melihat sekeliling pulau, kami kembali ke kapal serta meninggalkan pulau, kembali menemukan spot snorkeling untuk kali ini Yess underwaternya bagus, soft dan hard coralnya cantik, ikan warna-warni, hanya ini spot snorkeling yang paling oke dibanding  sebelumnya.

Kami sempat hunting Manta di beberapa titik yang biasanya manta menampakan tubuhnya, tapi nyatanya kami kurang beruntung Manta tidak ada.

Pulau Samama
Di Pulau ini adalah tempat pengembangan tanaman mangrove, saya hanya ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sepertinya saya kembali tidak bisa menikmati buang air kecil di laut saat berenang,, gak mau keluar hehehe,,, padahal dulu gampang banget pipis sembarangan *uppss

Malam terakhir di Derawan, kami makan malam di tempat Dive Resort dikira akan ada barbeque’an nyatanya gak ada hehehe…

Selasa, 05 November 2013
Saatnya meninggalkan Derawan, kembali kami akan menuju ke Tarakan dengan speedboat kurang lebih 3jam dan akan merasakan gonjangan ombak. Kali ini saya duduk miring dan tetap sangat butuh antimo hohoho..
Sampai Pelabuhan Tarakan kami langsung menuju RM guna makan siang,, pas lapaaar
Setelahnya hunting oleh-oleh, saya cuma beli kerupuk ikan khas Tarakan, karena sisanya adalah snack-snack Malaysia gitu.

Kami team Lion baru penerbangan jam 19, jam 14 sudah ada di Bandara masiih ada 3jam hayoo manfaatkan waktu berkunjung kemana gitu 
Jadilah ngadem sebentar di Bais dan makan kepiting di Kenari.

Liburan telah usai dan kembali ke Reality.
Terima Kasih untuk WisataKita dan teman-teman baru yang menyenangkan

Indonesia memang mempunyai keindahan alam yang sangat luar biasa, semoga kita bisa menjaganya agar tetap bersih dan alami. satu hal yang agak miris siih adalah banyaknya Pulau-pulau keren yang akhirnya dikuasai serta dimiliki pihak asing.

Noted:
1.    Bawa tas yang sesuai kalo bisa backpack jangan koper
2.       Bawa pakaian yang nyaman, paling juara tuh Tshirt dan celana pendek, sandal jepit
3.       Bawa uang cash secukupnya
4.       Sunblock wajib bawa panasnya juara
5.       Sunglasses juga dibawa dan dipake (saya lupa pake pas hari ketiga)
6.       Bawa topi
7.       Banyaak minum
8.       Kalo ada budget lebih, saya sarankan untuk menginap di dive resort pengalaman euy tidur di kasur per yang keras dan bantal keras itu terasa banget dipunggung dan leher kakunya :) (khusus yg homestay dan derawan fisheris)
9.       Hunting tiket pesawat dari jauh hari kali aja dapat harga promo
10.   Nikmati segala pengalaman dan pemandangan yang ada disana
Budget:
Tiket Pesawat Lion Jakarta-Tarakan PP Rp 1.600.000
Paket Derawan Rp 1.950.000
AirPort Tax Soeta Rp 40.000
Airport Tax Tarakan Rp 40.000